Anwar Ibrahim: Malaysia di Ambang RevolusiBohongnya Anwar ... dirinya ditahan?
"PM Najib sebaiknya menanggapi tuntutan kami," kata pemimpin oposisi Malaysia itu.
Senin, 11 Juli 2011
VIVAnews - Reaksi pemerintah Malaysia dengan menggempur kaum demonstran Sabtu, 9 Juli 2011, dianggap mengabaikan tuntutan rakyat. Jika permintaan mereka untuk digelarnya pemilu bersih di negara tersebut, bukan tidak mungkin revolusi akan terjadi.Hal ini disampaikan oleh pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim, dilansir dari laman The Guardian, Minggu, 10 Juli 2011. Anwar yang turut menjadi korban kekerasan aparat mengatakan pemerintah Malaysia harus mendengarkan rakyat dan menghentikan politik kotor pada pemilu.
Ditanya apakah Malaysia akan mengalami revolusi seperti halnya Timur Tengah jika tuntutan diabaikan, Anwar mengatakan bukan tidak mungkin hal itu terjadi.
"Kita sudah tidak punya lagi kepercayaan pada pemerintah, jadi Najib sebaiknya menanggapi tuntutan kami dengan serius, karena situasi semakin dekat dengan revolusi," tegas Anwar.
Menurut Anwar, lebih dari 1.400 orang, termasuk dirinya (?), ditahan oleh aparat pada bentrokan Sabtu kemarin. Anwar mengalami luka pada kepala dan kakinya, sementara pengawalnya mengalami luka parah pada wajahnya. Media pemerintah mengabarkan demo diikuti sekitar 6.000 orang, sementara Anwar mengatakan massa kala itu mencapai 50.000 orang.
Baca seterusnya di sini
Bukankah polis sudah menjangka tujuan dan niat Bersih, Ambiga, Anwar dan Mat Sabu yang disuarakan dalam ceramah adalah untuk melakukan revolusi Tahrir Square?
Jelas sekali Anwar nyatakan niat mahu mulakan revolusi.


dan menteri dalam negeri hishammuddin kerismudinpondan masih kecut teloq dan tido..